Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui. BPBD Kabupaten Dompu telah melakukan pelaporan, penyebaran informasi, serta menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak.
Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama dinas terkait, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap infrastruktur, pertanian, serta kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
Pemerintah Pusat-Daerah Perkuat Koordinasi Tangani Dampak Banjir Bandang di Sitaro
Meski genangan air di sebagian wilayah telah berangsur surut, BMKG melalui pembaruan peringatan dini pada pukul 18.40 hingga 21.40 Wita menyampaikan masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Dompu dan sekitarnya.
Update Banjir Bandang Sitaro
Memasuki hari keempat pascabencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), proses penanganan darurat masih terus berlangsung.
Baca Juga:
Bangkit Pascabanjir, Bukit Tempurung Kuala Simpang Terus Berbenah dengan Semangat Gotong Royong
Fokus utama penanganan meliputi operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak bencana, serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.
Berdasarkan pembaruan data pada Kamis (8/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, termasuk satu anak yang ditemukan pada Rabu (7/1/2026).
Sebagian korban telah berhasil diidentifikasi, sementara sembilan korban lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi lebih lanjut oleh petugas.