“Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran,” ujar Gus Ipul, Selasa (10/2/2026).
Penyaluran bansos selanjutnya dijadwalkan berlanjut pada kuartal II 2026, yakni periode April hingga Juni.
Baca Juga:
Kemenkop Siapkan Skema PKH Baru, Bantuan Akan Disalurkan Lewat Koperasi
Gus Ipul menegaskan daftar penerima bansos bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang terus dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS,” kata Gus Ipul.
Dengan mekanisme tersebut, seseorang dapat menerima bansos pada satu kuartal dan tidak menerima pada kuartal berikutnya, atau sebaliknya.
Baca Juga:
Mensos: 4,2 Juta Keluarga Tak Layak Dapat Bansos Setelah Verifikasi Data Terbaru
Dalam proses penyaluran, Kemensos menggunakan berbagai kanal, mulai dari pembukaan rekening hingga distribusi melalui PT Pos Indonesia.
Pemerintah juga membuka partisipasi publik untuk pemutakhiran data melalui jalur formal di tingkat RT dan RW hingga pemerintah daerah, serta jalur partisipasi masyarakat melalui call center, WhatsApp center, dan aplikasi Cek Bansos.
Gus Ipul menambahkan hasil verifikasi dan validasi data akan diperingkatkan ke dalam desil kesejahteraan untuk menentukan prioritas penerima bantuan.