Banyak bangunan tua yang memiliki nilai historis akhirnya dialihfungsikan, dijual, bahkan dibiarkan rusak karena pemilik tidak lagi mampu menanggung biaya perawatan serta kewajiban perpajakan yang terus berjalan.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut mencontohkan kondisi sejumlah rumah peninggalan masa kolonial di Purwokerto yang kini terus mengalami penurunan kondisi fisik.
Baca Juga:
Soroti Ketimpangan Gender, Lestari Moerdijat Desak Perlindungan Nyata bagi Perempuan
Padahal, bangunan-bangunan tersebut merupakan bagian dari jejak sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus aset budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.
“Saya sedih sekali, saya dibesarkan di kota Purwokerto. Itu dulu banyak sekali rumah-rumah Belanda yang bagus-bagus. Sekarang kalau pulang makin hancur Kenapa? Ahli warisnya dia bilang sudah tidak kuat bayar pajak, tidak kuat bayar PBB,” ungkapnya.
Selain menyoroti pentingnya dukungan ekonomi bagi pelestarian warisan budaya, Lestari juga menekankan perlunya penguatan pendidikan kebudayaan dalam sistem pembelajaran nasional.
Baca Juga:
Lestari Moerdijat Ajak Remaja Jujur Cantumkan Usia di Media Sosial demi Keamanan Digital
Ia berpandangan bahwa pengenalan budaya daerah, tradisi, dan kearifan lokal harus kembali mendapat ruang yang lebih besar di sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat terhadap identitas budaya bangsa.
Menurutnya, semakin berkurangnya pengenalan budaya lokal dalam pendidikan formal berpotensi membuat anak-anak kehilangan keterikatan dengan lingkungan sosial dan budaya tempat mereka tumbuh.
Karena itu, ia berharap Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya turut memberikan rekomendasi terkait penguatan pendidikan kebudayaan di berbagai jenjang pendidikan.