WahanaNews.co | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geogfisika (BMKG) menyebut Majene di Sulawesi Barat masuk kategori rawan gempa.
Daerah itu dikelilingi tiga segmen
patahan atau sesar aktif.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Hujan Lebat–Sangat Lebat di Bengkulu
Pada 15 Januari 2021, gempa Magnitudo
6,2 mengguncang Majene dan Mamuju, Sulbar.
Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan
Tsunami BMKG, Daryono, menyebut, gempa tersebut akibat aktifnya tiga segmen sesar yang
mengelilingi.
"Segmen Tengah, segmen Mamuju, dan segmen Somba," kata Daryono, pada
diskusi virtual Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), yang disiarkan langsung di Instagram,
Sabtu (6/2/2021).
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan hingga Maret, Dinkes Sumedang Imbau Masyarakat Waspada Bencana dan Penyakit
Tiga sesar aktif itu, kata Daryono,
adalah bagian dari dinamika dan evolusi tektonik masa lalu.
Jauh sebelum gempa M 6,2
terjadi, Sulbar sudah punya sejarah gempa hingga tsunami dengan kekuatan yang
jauh lebih besar.
Daryono menyebut, gempa memicu tsunami di Majene dilaporkan pertama kali terjadi pada 11 April 1967.