WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama jajaran menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat yang digelar pada Selasa (13/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Baca Juga:
BNPB Dampingi Daerah Sumut Susun R3P, Skema Bantuan Hunian Jadi Sorotan
Rapat koordinasi ini menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia guna memastikan proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dapat berjalan secara cepat, efektif, terukur, serta terkoordinasi dengan baik antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dilaksanakan di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Bencana Banjir Dominasi Laporan BNPB, Ratusan Warga Terdampak di Sejumlah Wilayah
Ia menekankan bahwa percepatan pemulihan menjadi faktor penting untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat ke kondisi normal.
“Pemulihan pascabencana di Sumatera Barat adalah bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan negara secara nyata. Pemulihan yang cepat dan terukur menjadi kunci untuk mengembalikan kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi resmi dibentuk pada 8 Januari 2026 dengan melibatkan kementerian koordinator serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.