Fokus utama pemulihan diarahkan pada percepatan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, yang didukung melalui perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, serta pemulihan layanan dasar seperti listrik, SPBU, PDAM, jaringan internet, hingga ketersediaan LPG.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto yang menjabat sebagai Wakil Ketua II Satgas menyampaikan bahwa selama pelaksanaan masa tanggap darurat di Sumatera Barat tidak ditemukan adanya penambahan korban jiwa.
Baca Juga:
BNPB Dampingi Daerah Sumut Susun R3P, Skema Bantuan Hunian Jadi Sorotan
Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat 72 orang yang dinyatakan hilang dan sebanyak 10.854 jiwa tercatat mengungsi.
Seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sendiri telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dilaksanakan di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Bencana Banjir Dominasi Laporan BNPB, Ratusan Warga Terdampak di Sejumlah Wilayah
“Seluruh daerah terdampak telah memasuki fase transisi pemulihan. Dukungan logistik, operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca tetap dilanjutkan sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga terkait,” jelas Suharyanto.
Ia juga menambahkan bahwa akses jalan nasional secara umum telah kembali terhubung, meskipun pada beberapa ruas tertentu, seperti jalur Padang Panjang–Sicincin, masih diberlakukan pembatasan.
Penyesuaian kebutuhan alat berat terus dilakukan secara dinamis, termasuk kemungkinan pergeseran alat ke provinsi lain apabila kondisi di lapangan telah memungkinkan.