Djohan menegaskan bahwa dalam pembangunan huntara, aspek kenyamanan dan kesehatan penghuni menjadi prioritas utama.
Fasilitas sanitasi seperti MCK menjadi perhatian penting, termasuk pemenuhan kebutuhan listrik melalui dukungan PT PLN yang saat ini tengah berproses melakukan pemasangan jaringan.
Baca Juga:
Pembangunan Huntara dan Huntap Berjalan Paralel, Pemulihan Sumut Masuki Tahap Lanjutan
Sejumlah petugas PLN sedang mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik di daerah Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1/2026).
Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dibangun sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi penghuni huntara.
Salah satu lokasi pembangunan huntara berada di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Perkembangan Penanganan Bencana Hidrometeorologi hingga Pertengahan Januari 2026
Huntara di wilayah ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 8.672,6 meter persegi, dengan bangunan yang dirancang menggunakan sistem kopel berukuran 18 meter x 7,2 meter, yang terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian bangunan.
Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1/2026).
Setiap unit huntara memiliki luas 3,6 meter x 4,8 meter, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter serta teras seluas 1,2 meter x 3,6 meter untuk menunjang kenyamanan penghuni.