WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra dari sektor swasta terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pemulihan awal agar warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan layak.
Baca Juga:
Api Masih Membara di Parigi Moutong, Binjai dan Demak Dilanda Dampak Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data BNPB hingga 14 Januari 2026, secara total direncanakan pembangunan sebanyak 2.299 unit huntara yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Tamiang.
Huntara tersebut diperuntukkan bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat, hanyut, hingga hilang akibat bencana.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa pembangunan huntara dilaksanakan melalui dua skema utama, yakni pembangunan langsung oleh BNPB serta kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pihak swasta.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
Ia menuturkan, sebagian besar huntara dibangun secara terpusat di 10 titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
Sejumlah lokasi bahkan telah mulai dikerjakan sejak awal Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati hunian sementara tersebut.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1/2026).