Selain pembangunan oleh BNPB, dukungan kementerian/lembaga dan sektor swasta juga turut berkontribusi melalui rencana pembangunan 794 unit huntara.
Rinciannya meliputi 600 unit di Desa Simpang IV, Kecamatan Karang Baru, yang dibangun di atas lahan milik Danantara; 84 unit di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum; 10 unit di Kecamatan Karang Baru (eks kios) dengan dukungan Dompet Dhuafa; serta 100 unit di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan dukungan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Baca Juga:
Pembangunan Huntara dan Huntap Berjalan Paralel, Pemulihan Sumut Masuki Tahap Lanjutan
Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1/2026).
Penentuan lokasi pembangunan huntara dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan lokasi berada dalam radius aman dari potensi ancaman bencana.
Selain itu, BNPB juga berkoordinasi dengan para camat, kepala desa, serta BPBD untuk melakukan verifikasi ulang data penerima manfaat agar bantuan huntara benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Perkembangan Penanganan Bencana Hidrometeorologi hingga Pertengahan Januari 2026
Djohan berharap melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang dapat segera menempati hunian sementara yang layak, aman, dan nyaman, sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.