Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan modal penting yang harus terus dijaga melalui semangat kebersamaan dan dialog antarnegara anggota.
Ia juga mengenang pengalamannya ketika masih menempuh pendidikan di bidang hubungan internasional pada 2012.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Minta Polisi Hentikan Kasus Penjual BBM Eceran di Way Kanan: Tak Ada Unsur Kejahatan
Saat itu, dinamika kawasan berbeda dengan kondisi saat ini, di mana ASEAN dinilai semakin diperhitungkan sebagai salah satu kawasan paling stabil di dunia.
"Kita melihat regional ASEAN merupakan regional yang paling stabil dan paling aman dibandingkan regional-regional lainnya. Oleh karenanya, kita saling belajar di sini, saling mengerti sama satu sama lain dan semoga dialog ini penuh dengan masukan, penuh dengan pembicaraan yang konstruktif," tutur Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Menurut Bramantyo, keberhasilan ASEAN menjaga stabilitas kawasan tidak terlepas dari kuatnya komitmen negara-negara anggota dalam mengedepankan dialog, musyawarah, dan prinsip ASEAN Way.
Baca Juga:
Peringati HAN 2026, Puan Soroti Darurat Bullying dan Minta Perlindungan Anak Diperkuat
Oleh sebab itu, sentralitas ASEAN harus terus diperkuat agar organisasi tersebut tetap menjadi motor penggerak kerja sama di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun keamanan kawasan.
"Dalam situasi inilah kita harus terus memperkuat sentralitas ASEAN, yakni ASEAN sebagai penggerak utama dalam hubungan politik, ekonomi, sosial, budaya dan juga keamanan,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Chem Widhya.