WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lonjakan ribuan titik panas dalam waktu kurang dari sebulan menjadi sinyal bahaya serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menghantui Indonesia.
Dicatat oleh WALHI, sepanjang hampir empat pekan Maret 2026 ditemukan sebanyak 11.189 titik panas dengan tingkat kepercayaan beragam di berbagai wilayah Indonesia, Selasa (31/03/2026).
Baca Juga:
Tiga Daerah Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau Mei 2026
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.351 titik panas terdeteksi berada di dalam dan sekitar area konsesi milik 15 perusahaan yang tersebar di Kalimantan, Riau, Jambi, Sulawesi, hingga Maluku.
Rinciannya, sebanyak 699 titik panas berada di area lima perusahaan sawit, 367 titik di area lima perusahaan tambang, serta 285 titik di area lima perusahaan dengan izin PBPH.
“Ini menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam perbaikan tata kelola dan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan penjahat lingkungan,” kata Koordinator Pengkampanye Eksekutif Nasional WALHI, Uli Arta Siagian.
Baca Juga:
DPR Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Koordinasi Daerah Harus Diperkuat
Ditekankan bahwa kemunculan titik panas yang berulang di sejumlah konsesi menjadi indikator lemahnya pengawasan serta penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman karhutla tahun ini berpotensi semakin besar akibat fenomena iklim El Nino ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla”.
“Kombinasi kedua fenomena diperkirakan akan memicu cuaca panas ekstrem yang berlangsung lebih lama, bahkan hingga Oktober 2026,” ucap Uli.