Brian menegaskan bahwa standar yang dikembangkan harus mampu mendorong lahirnya produk-produk Indonesia yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Dengan penguatan standardisasi, hasil riset dan inovasi anak bangsa diharapkan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu memberi nilai tambah ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca Juga:
HiWaDa Kepri Minta Wali Kota Batam dan Bunda PAUD, Libatkan OPD Terkait Kawal Kasus PG Djuwita
Usai dilantik, Donny Purnomo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran BSN dalam mendukung berbagai Program Prioritas Nasional melalui standardisasi dan penilaian kesesuaian.
Menurut Donny, standardisasi harus hadir sebagai solusi pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan negara sekaligus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu fokus yang akan didorong BSN adalah penyusunan konsep Hazard Analysis and Critical Control Point atau HACCP untuk program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga:
IKM FIB UI Tegaskan Mahasiswa yang Ikut Kunker Gibran Bertindak Secara Personal
Konsep HACCP tersebut disiapkan agar dapat diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tanpa menambah beban pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, BSN juga akan mempercepat penyelesaian regulasi terkait Indonesian Sustainable Palm Oil dari sektor hulu hingga hilir dan bioenergi.
Dukungan terhadap implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon juga menjadi bagian dari agenda BSN dalam memperkuat standar nasional yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.