WAHANANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyambut positif rencana pemerintah menghadirkan program dokter terbang sebagai salah satu terobosan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Program tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan maupun tenaga medis.
Baca Juga:
Pergantian Kepala BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis
Pernyataan itu disampaikan Charles sebagai respons terhadap pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.
Menurut Charles, pemerataan akses kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Di sejumlah wilayah, ketersediaan fasilitas kesehatan serta tenaga medis dan tenaga kesehatan masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:
Menkes Targetkan Serapan Anggaran Kemenkes Tembus di Atas 95 Persen, Tata Kelola Diperbaiki
“Tentu kita menyambut baik, karena hari ini kita menyadari bahwa fasilitas kesehatan termasuk kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga medis masih jauh dari kata memadai. Jadi kalau ke depan ada rencana, ada program seperti itu (dokter terbang) tentu kita sangat mendukung karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Charles, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sabtu (15/8/2026).
Meski mendukung rencana tersebut, Charles menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas atau peluncuran program baru.
Pemerintah, kata dia, juga perlu memperhatikan kesinambungan anggaran kesehatan serta kondisi dan kesejahteraan para tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyebut masih menerima berbagai keluhan dari tenaga kesehatan, terutama aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sejumlah daerah.
Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan tunjangan yang mengalami pengurangan hingga pembayaran yang belum diterima selama beberapa bulan.
“Ke depan fasilitas kesehatan kita perbaiki, layanan kepada publik kita perbaiki tetapi jangan melupakan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis,” tegasnya.
Charles menilai kesejahteraan tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Dengan dukungan kondisi kerja dan kesejahteraan yang memadai, tenaga medis dan tenaga kesehatan diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Karena itu, ia berharap rencana program dokter terbang tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan dapat segera diwujudkan dengan perencanaan yang komprehensif.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kesiapan sumber daya manusia, sarana pendukung, pembiayaan, mekanisme operasional, hingga aspek keselamatan sebelum program tersebut diterapkan.
“Saya berharap ini bisa direalisasikan secepat-cepatnya. Tetapi sekali lagi harus dipastikan apapun program yang dicanangkan termasuk dokter terbang harus dipersiapkan dengan baik. Jangan tergesa-gesa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Charles meminta pemerintah mengambil pelajaran dari pelaksanaan sejumlah program sebelumnya.
Ia menilai program yang dijalankan tanpa persiapan memadai berpotensi menghadapi kendala ketika masuk tahap implementasi.
Menurutnya, percepatan pemerataan layanan kesehatan memang penting, tetapi harus tetap disertai perencanaan yang matang.
Dengan demikian, program yang telah dicanangkan pemerintah benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama mereka yang selama ini sulit memperoleh layanan kesehatan karena faktor jarak dan keterbatasan fasilitas.
“Jangan tergesa-gesa lalu nanti dijalankan karena tidak ada persiapan yang baik, maka implementasinya kurang ideal,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
Pemerintah pun menyiapkan sejumlah terobosan untuk memastikan masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara lebih mudah.
Salah satu inovasi yang disampaikan Presiden adalah rencana penyediaan ambulans udara dan pembentukan tim dokter terbang.
Program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat di daerah yang secara geografis sulit diakses dan memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.
"Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang," kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, pada Jumat (14/8).
Presiden menjelaskan, ambulans udara nantinya dirancang agar dapat digunakan untuk menjangkau wilayah dengan kondisi medan yang tidak mudah.
Pesawat atau armada tersebut diharapkan mampu mendarat di berbagai lokasi, termasuk lapangan rumput, kawasan berpasir, maupun wilayah di sekitar tepi sungai.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya masih kerap menerima laporan mengenai masyarakat yang mengalami kondisi darurat kesehatan, termasuk ibu hamil dan bayi, yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Jarak yang jauh antara tempat tinggal masyarakat dengan fasilitas kesehatan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi.
Pemerintah pun didorong menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas, tetapi juga mampu membawa pelayanan medis lebih dekat kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, program ambulans udara dan dokter terbang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan akses kesehatan di seluruh Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]