"Fakta bahwa puluhan tahanan Palestina meninggal dalam tahanan adalah bukti nyata,” ujar Sukamta.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kematian para tahanan, termasuk anak-anak, merupakan ancaman serius terhadap hak hidup manusia.
Baca Juga:
Kasus Amsal Berbalik Arah, Kini Jaksa yang Disorot
Ia menegaskan bahwa sistem penahanan tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal yang seharusnya dijunjung tinggi.
Sukamta juga menilai bahwa isu tahanan Palestina menjadi salah satu faktor utama yang memperpanjang konflik di kawasan.
Ketegangan dinilai terus meningkat, terutama setelah terjadinya Operasi Badai Al-Aqsa.
Baca Juga:
Tekanan APBN Menggila, DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Berani Soal BBM
Kebijakan hukuman mati ini, lanjutnya, berpotensi memperburuk situasi keamanan regional secara signifikan.
Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas dan aktif dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui jalur bilateral maupun forum multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam.