WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polemik Dwi Sasetyaningtyas kian membara dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah ucapannya soal kewarganegaraan anak memicu gelombang kemarahan publik di berbagai platform media sosial.
Nama alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu menjadi sorotan karena dianggap menghina Indonesia lewat pernyataan yang viral di dunia maya.
Baca Juga:
Viral Soal Paspor Anak, Suami Awardee LPDP Ikut Disorot dan Terancam Sanksi
Ucapan Tyas, “cukup aku saja yang WNI, anakku jangan,” menjadi titik api kontroversi setelah ia mengunggah video sambil memperlihatkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya.
Reaksi keras pun bermunculan karena sebagian publik menilai pernyataan tersebut telah melukai rasa kebangsaan dan tidak mencerminkan sikap terima kasih kepada negara yang pernah membiayai pendidikannya.
Label “kacang lupa kulitnya” bahkan disematkan kepadanya mengingat statusnya sebagai penerima beasiswa LPDP yang dibiayai negara.
Baca Juga:
Mahfud Tegaskan Roy Suryo Cs Tak Salah Pertanyakan Ijazah Jokowi
Sorotan tajam turut datang dari pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, yang menyampaikan sikapnya secara terbuka melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (25/2/2026).
"Saya mendengar (pernyataan Tyas) itu marah dan itu bertentangan dengan prinsip yang selalu saya katakan yaitu jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Sepertinya, dia lelah ini," kata Mahfud.
Menurutnya, kemarahan itu muncul karena Tyas dinilai melupakan kontribusi negara dalam perjalanan hidup dan kesuksesannya.