"Saya marah orang lalu tidak suka kepada Indonesia. Padahal dia sendiri itu mendapatkan kenikmatan karena Indonesia, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah dan menyakitan bagi kita," sambungnya.
Kontroversi ini juga berdampak pada suaminya, Arya Pamungkas Irwantoro, yang diketahui sama-sama penerima beasiswa LPDP.
Baca Juga:
UU Polri Baru Disahkan, Mahfud MD Beri Kritik Menohok soal Partisipasi Publik
Arya dikenai kewajiban mengembalikan seluruh dana bantuan pendidikan karena tidak memenuhi syarat kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi, meski sanksi tersebut ditegaskan tidak berkaitan langsung dengan video sang istri.
Aturan kembali ke Tanah Air memang menjadi ketentuan dalam skema beasiswa LPDP yang harus dipatuhi seluruh penerima manfaat.
Di balik kemarahannya, Mahfud menilai polemik ini tidak bisa dilepaskan dari adanya kekecewaan yang berkembang di tengah masyarakat terhadap kondisi dalam negeri.
Baca Juga:
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Mahfud MD Ragukan Unsur Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
"Kalau di dalam tidak terlayani dengan baik sebagai warga negara, ya kabur aja dulu. Itu serangkaian karena nampaknya pemerintahannya terlalu 'steril' dari kritik-kritik itu," ujarnya.
Ia melihat fenomena pernyataan Tyas memiliki kemiripan dengan gelombang gerakan tagar #KaburAjaDulu yang sebelumnya ramai di media sosial.
Menurut Mahfud, sikap ingin pergi dari Indonesia kerap muncul ketika warga merasa hak-haknya tidak terpenuhi dan kritik yang disampaikan tidak direspons secara serius.