WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris mengingatkan generasi muda agar lebih cermat dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan layanan keuangan modern.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan saat ini harus diimbangi dengan kemampuan literasi keuangan yang memadai agar tidak memicu perilaku konsumtif yang berlebihan.
Baca Juga:
DPR RI Awasi Distribusi Energi, Pertamina Patra Niaga Diminta Pastikan BBM Subsidi Aman
Ia menyoroti fenomena yang dikenal sebagai lipstick effect, yakni kecenderungan masyarakat untuk tetap melakukan pembelian barang-barang konsumtif bernilai relatif kecil meskipun kondisi ekonomi sedang menantang.
Fenomena tersebut dinilai dapat menghambat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun aset produktif yang bermanfaat untuk jangka panjang.
“Anak-anak muda harus punya kesadaran untuk membeli aset secara mencicil dibandingkan menggunakan uang itu untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak bernilai aset,” ujar Andi dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (09/06/2026).
Baca Juga:
Obon Tabroni Soroti Disparitas Upah dan Perlindungan Gig Workers dalam RUU Ketenagakerjaan
Menurut Andi, transformasi digital yang terjadi dalam sektor keuangan telah membawa perubahan besar terhadap pola transaksi dan perilaku konsumsi masyarakat.
Kehadiran berbagai layanan seperti dompet digital, sistem pembayaran elektronik, fasilitas paylater, hingga pinjaman berbasis aplikasi memang memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga dapat mendorong masyarakat melakukan pengeluaran yang tidak terencana apabila tidak disertai pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan.