WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta seluruh pihak menghentikan berbagai bentuk gimik atau aksi mencari perhatian yang mengandung unsur penghinaan terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Ia menilai tindakan semacam itu tidak hanya berpotensi menimbulkan kontroversi, tetapi juga dapat mengganggu kerukunan serta stabilitas kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Winda Lorenza Gowasa
Pernyataan tersebut disampaikan Abdullah, yang akrab disapa Abduh, setelah mencermati peristiwa sayembara setoran Surah Ad-Duha yang menawarkan hadiah berupa minuman keras bermerek Newport.
Menurutnya, konten yang menjadikan identitas agama maupun kelompok tertentu sebagai bahan gimik harus dihentikan karena dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
"Hentikan semua gimik yang merendahkan SARA. Hal ini berbahaya bagi hubungan sosial antarmasyarakat," ujar Abduh melalui pernyataan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Apresiasi Polres Tapsel Ungka Kasus Bocah 6 Tahun dalam 2x24 Jam
Abduh mengatakan, fenomena gimik yang dinilai merendahkan atau menyentuh isu SARA bukan kali pertama terjadi.
Sejumlah aksi serupa juga pernah muncul di ruang publik maupun media sosial dengan berbagai bentuk dan tujuan, mulai dari sekadar mencari perhatian hingga meningkatkan popularitas sebuah konten.
Sebelum polemik yang berkaitan dengan Newport tersebut, misalnya, sempat muncul lomba komentar bernuansa rasis di media sosial dengan iming-iming hadiah uang tunai sebesar Rp100 ribu.