Hari pelaksanaan WFH dipilih dengan mempertimbangkan dampak paling kecil terhadap produktivitas nasional.
“Kalau diliburkan kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas, Jumat kan paling pendek jam kerjanya, jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” kata Purbaya, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga:
Hanya Pekerja Kreatif, Amsal Sitepu Bantah Tuduhan Mark Up Proyek Video Profil Desa di Karo
Kebijakan ini dirancang untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak yang meningkat seiring lonjakan harga minyak dunia.
"Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ungkap Airlangga, Kamis (19/3/2026).
Pemerintah memperkirakan skema WFH satu hari dalam sepekan dapat menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen.
Baca Juga:
Stok Menipis! Israel Mulai “Irit” Rudal Saat Dihujani Serangan Iran
"Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung, kalau kasar lah seharian, seperlimanya, 20 persen kira-kira," ujar Purbaya.
Meski demikian, pemerintah menilai dampak kebijakan ini juga dapat mendorong aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.
"Tapi, kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga," tambah Purbaya.