WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi yang meluas di kawasan lereng Gunung Slamet, Provinsi Jawa Tengah, akibat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang yang terjadi secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu berbagai kejadian seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang berdampak serius terhadap keselamatan warga.
Baca Juga:
Banjir Rendam DKI Jakarta, Lebih dari 1.600 Warga Mengungsi di Puluhan Titik
Rangkaian bencana ini mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah dan infrastruktur, terputusnya akses transportasi, serta memaksa ratusan warga mengungsi. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.
Di sisi timur lereng Gunung Slamet, wilayah Kabupaten Purbalingga dilanda hujan lebat yang memicu banjir bandang dan angin kencang pada Jumat (23/1/2026), khususnya di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Karangreja.
Luapan sungai di kawasan hulu membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menerjang permukiman warga serta menutup akses jalan di Desa Serang dan Desa Kutabawa.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Luapan sungai di kawasan hulu membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menerjang permukiman warga serta menutup akses jalan di Desa Serang dan Desa Kutabawa.
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, satu unit rumah dilaporkan rusak berat dan satu unit lainnya rusak ringan akibat cuaca ekstrem.