Hingga saat ini, kondisi cuaca di wilayah terdampak masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kabut dan angin.
Di bagian barat lereng Gunung Slamet, wilayah Kabupaten Brebes juga terdampak bencana hidrometeorologi.
Baca Juga:
Banjir Rendam DKI Jakarta, Lebih dari 1.600 Warga Mengungsi di Puluhan Titik
Hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang sejak Sabtu (24/1/2026) pukul 05.00 WIB memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Paguyangan.
Dampak yang ditimbulkan cukup besar, dengan sembilan unit rumah rusak berat dan hanyut, dua unit rumah rusak sedang, serta 11 unit rumah lainnya terdampak.
Selain itu, pohon tumbang menutup ruas jalan dan menimpa jaringan listrik. Pergerakan tanah juga terjadi di Dukuh Pengasinan, serta longsor dilaporkan terjadi pada tebing penahan Jalan Provinsi Sirampog–Tuwel.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Banjir Kali Keruh turut merusak ruas jalan kabupaten Adisana–Cilibur sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi talud sekitar lima meter.
Banjir bandang juga masuk ke permukiman warga di RT 01, 02, dan 04 RW 01. Hingga Sabtu siang, hujan masih berlangsung dan sebagian lokasi belum dapat dilakukan asesmen lanjutan karena cuaca buruk dan padamnya aliran listrik.
Selanjutnya, di bagian barat laut lereng Gunung Slamet, banjir bandang kembali terjadi di kawasan Obyek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.