Banjir bandang juga menyebabkan terisolasinya akses menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan, serta mengakibatkan putus totalnya Jembatan Kali Bambangan.
Sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman di wilayah Desa Kutabawa.
Baca Juga:
Banjir Rendam DKI Jakarta, Lebih dari 1.600 Warga Mengungsi di Puluhan Titik
Hingga Sabtu (24/1/2026) siang, hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung dan pemadaman listrik di sejumlah titik turut menghambat komunikasi serta proses penanganan darurat.
Sementara itu, di lereng utara Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Pemalang, banjir bandang terjadi sejak Jumat (23/1/2026) sore hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekitar pukul 17.30 WIB hingga 03.30 WIB.
Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit sungai secara signifikan dan memicu banjir bandang di Desa Gunungsari, Desa Penakir, dan Desa Jurangmangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Akibat kejadian tersebut, empat unit rumah warga mengalami kerusakan, satu unit fasilitas ibadah terdampak, serta sejumlah infrastruktur penghubung antarwilayah rusak.
Dua jembatan penghubung desa dilaporkan putus, sementara Jembatan Sungai Reas mengalami kerusakan struktural.
Peristiwa ini menimbulkan satu korban meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, sekitar 22 orang luka ringan, dan 119 warga harus mengungsi serta ditampung di Kantor Kecamatan Pulosari.