Anggota BPBD Kabupaten Tegal bersama lintas OPD terkait melakukan kaji cepat di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi basah, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (24/1//2026). [Foto: BPBD Kab. Tegal].
Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir bandang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung yang melintasi kawasan wisata tersebut.
Baca Juga:
Banjir Rendam DKI Jakarta, Lebih dari 1.600 Warga Mengungsi di Puluhan Titik
BNPB mencatat kejadian ini merupakan banjir bandang kedua yang terjadi dalam waktu berdekatan di kawasan wisata Guci.
Dampaknya meliputi perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan berbagai sarana dan prasarana wisata, seperti ambruknya Jembatan Jedor dan jembatan di area Pancuran 13, kerusakan kawasan wisata Pancuran 13 dan Pancuran 5, rusaknya jembatan gantung Pancuran 5, serta hanyutnya satu unit excavator mini.
Anggota BPBD Kabupaten Tegal bersama lintas OPD terkait melakukan kaji cepat di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi basah, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (24/1//2026). [Foto: BPBD Kab. Tegal].
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Aktivitas wisata di sejumlah titik terdampak dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan pengunjung.
Faktor Pemicu
Hasil kaji cepat BNPB yang mengacu pada analisis forensik bencana sementara menunjukkan bahwa rangkaian kejadian ini dipengaruhi oleh karakteristik wilayah lereng Gunung Slamet yang memiliki topografi curam, jaringan sungai berhulu pendek, serta tingkat kerentanan tinggi terhadap peningkatan aliran permukaan saat hujan ekstrem.