Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 17 hingga 19 Februari.
Kondisi ini berisiko memicu bencana turunan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Baca Juga:
BNPB Pastikan Tak Ada Lagi Warga Hilang akibat Gempa NTT, Basarnas Tetap Siaga
BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrim mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan atap bagunan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten]
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, memastikan kondisi lingkungan tempat tinggal dalam keadaan aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Baca Juga:
Mendagri Minta Pendataan Kerusakan Gempa NTT Dikebut, Bantuan hingga Rp70 Juta Disiapkan
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan memastikan kesiapan personel, ketersediaan peralatan, serta kelayakan jalur evakuasi.
Langkah tersebut penting guna menjamin respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi kedaruratan di wilayah masing-masing (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.