Bahlil juga menekankan pentingnya peran investor asing, khususnya dari Jepang, dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional.
Salah satunya adalah keterlibatan INPEX Corporation dalam proyek gas abadi di Blok Masela, yang diharapkan dapat segera memasuki tahap realisasi setelah melalui berbagai proses persiapan.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Koordinasi, Pastikan Kapal RI Aman Melintasi Selat Hormuz
Selain itu, Bahlil menambahkan, pemerintah akan terus mengawal agar seluruh nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret.
"Kami akan memastikan seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret, termasuk pengembangan gas, panas bumi, dan kerja sama mineral kritis," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateral tersebut kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kemitraan dengan Jepang.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri 2026, Ketersediaan Energi Dipastikan Aman, Wamen ESDM Imbau Warga Tetap Tenang
Ia menilai, kolaborasi di sektor energi dan mineral menjadi salah satu kunci dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.
"Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth. Kami juga mengundang Jepang untuk berpartisipasi dalam industrialisasi Indonesia melalui hilirisasi," ungkap Presiden.
Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama dalam pengembangan energi bersih sebagai bagian dari upaya global menekan emisi karbon.