WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyoroti capaian positif Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Ponorogo yang berhasil melampaui rata-rata nasional.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya penguatan perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga:
DPR Soroti Visum Berbayar, Negara Diminta Hadir Lindungi Korban Kekerasan
Hal tersebut disampaikan saat dialog interaktif yang berlangsung di Pringgitan, rumah dinas bupati Ponorogo, Sabtu (28/3/2026).
Dalam paparannya, Menteri PPPA menegaskan bahwa perempuan dan anak memegang peran strategis dalam pembangunan nasional.
Hal ini sejalan dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa jumlah perempuan dan anak mencapai sekitar 70 persen dari total populasi Indonesia pada 2025.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Narasi Diplomatik Indonesia di Forum Global Terkait Migran
“Perempuan dan anak memiliki posisi strategis dalam pembangunan di Indonesia. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah perempuan dan anak mencapai sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia pada 2025. Karena itu, saya selalu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang yang aman dan adil bagi perempuan serta anak,” ujar Menteri PPPA.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa capaian IPG nasional pada 2024 berada di angka 91,85, yang mencerminkan tingkat kesetaraan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Menurutnya, semakin mendekati angka 100, maka kesenjangan gender semakin kecil.