Pertama, Kecerdasan Artifisial (AI) dan Teknologi Baru.
Indonesia menyampaikan minat untuk mempelajari dan mengadopsi pendekatan India dalam demokratisasi kecerdasan artifisial.
Baca Juga:
Pemerintah Ambil Alih Izin Tambang Pasir Kuarsa, Bahlil: Tata Kelola Harus Dibenahi
Pendekatan ini menekankan agar akses terhadap teknologi AI tidak terpusat pada kelompok tertentu saja, melainkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku startup, akademisi, serta masyarakat luas.
Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang selaras dengan nilai budaya lokal, menjaga keamanan data nasional, serta mematuhi regulasi domestik di masing-masing negara.
Kedua, Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI).
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Indonesia tengah mengeksplorasi kemungkinan adaptasi model Aadhaar milik India sebagai referensi dalam penguatan sistem identitas digital nasional.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi layanan publik.
Selain itu, penguatan GovTech menjadi agenda penting guna menciptakan integrasi antarlembaga pemerintah melalui platform digital yang terkoordinasi.