Indonesia juga berencana melakukan pertukaran keahlian terkait platform e-Sanjeevani di bidang telemedicine serta BISAG-N untuk pemetaan geospasial yang mendukung perencanaan logistik dan pembangunan infrastruktur.
Ketiga, Desain Chip dan Rantai Pasok Semikonduktor.
Baca Juga:
Pemerintah Ambil Alih Izin Tambang Pasir Kuarsa, Bahlil: Tata Kelola Harus Dibenahi
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi pada sektor industri semikonduktor. Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral strategis yang dapat mendukung kebutuhan bahan baku industri chip.
Di sisi lain, India menawarkan dukungan melalui fasilitas desain chip berskala besar yang saat ini telah membantu ratusan institusi akademik dan startup.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok hulu hingga hilir serta mendorong transfer pengetahuan dan infrastruktur.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Keempat, Keamanan Siber dan Tanggap Darurat.
Penguatan koordinasi antara lembaga penanganan insiden siber kedua negara menjadi prioritas untuk mengantisipasi ancaman lintas batas.
Pembentukan jalur berbagi informasi antara CERT-In India dan lembaga terkait di Indonesia akan difokuskan pada deteksi dini serta mitigasi risiko keamanan siber.