Ia mencontohkan penegakan hukum di sektor tata niaga minyak sebagai salah satu bentuk pembenahan.
"Bagaimana tata niaga minyak, ya kan kita sudah tahu yang namanya Riza Chalid selama ini dianggap untouchable," jelasnya.
Baca Juga:
Dony Oskaria Ungkap Mesin Raksasa BUMN, Kontribusinya Tembus Rp700 Triliun
Qodari menyebut proses hukum terhadap pihak-pihak yang selama ini dianggap sulit disentuh menjadi bukti koreksi pemerintah.
"Oleh Pak Prabowo kan tersangka, anaknya diburu di luar negeri," jelasnya.
Ia mengatakan proses hukum tersebut menunjukkan pemerintah tidak ingin membiarkan praktik lama terus berjalan.
Baca Juga:
RUPS TOBA Setujui Dividen, Rights Issue, Buyback Saham, dan Susunan Pengurus Baru
"Anaknya sekarang sedang menjalani proses hukum," jelasnya.
Selain sektor minyak, Qodari juga menyinggung penertiban kebun sawit ilegal melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan atau PKH.
"Adanya penegakan sawit, kebun sawit ilegal lewat Satgas PKH, sudah 6 juta hektar," ucap Qodari.