Qodari mengeklaim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru telah bergerak sejak awal untuk memangkas belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial.
"Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor," ujar Qodari.
Baca Juga:
Dony Oskaria Ungkap Mesin Raksasa BUMN, Kontribusinya Tembus Rp700 Triliun
Menurut dia, langkah efisiensi itu membuat negara mampu menghemat anggaran sekitar Rp300 triliun.
Ia menyebut penghematan tersebut juga disertai upaya menutup berbagai celah kebocoran anggaran negara.
Salah satu instrumen yang disebut Qodari dalam konteks itu adalah pembentukan Danantara untuk memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara.
Baca Juga:
RUPS TOBA Setujui Dividen, Rights Issue, Buyback Saham, dan Susunan Pengurus Baru
"Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan," kata Qodari.
Qodari menilai agenda menutup kebocoran anggaran seharusnya mendapat dukungan dari mahasiswa dan kelompok masyarakat.
"Panglima dalam melawan kebocoran," ujarnya.