Anwar Abbas menyatakan kagum, karena beberapa pengurus teras MUI saat ini adalah mahasiswa yang pernah dididik Dr Salim Segaf saat mengajar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) dan UIN Syarif Hidayatullah.
"Peran ulama untuk memperbaiki kondisi dunia tentu saja memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pihak umara/pemerintah," katanya.
Baca Juga:
Cholil Nafis: Awal Puasa Ramadan 2025 Bisa Berbeda, tapi Lebaran Kemungkinan Sama
Untuk itu, katanya, kerja sama dengan MUI dan pemerintah Indonesia akan sangat diharapkan.
Kerja sama bisa dalam bidang fatwa dan kajian fiqih terhadap isu-isu kontemporer, pendidikan dan pelatihan bagi para guru dan dosen, serta pembinaan generasi muda dan kesejahteraan keluarga.
Pekan sebelumnya IUMS telah bersilatuhrahim dengan Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amien, yang dulu juga pernah menjabat Ketua Umum MUI.
Baca Juga:
Warga Non-Muslim di Sulut Bantu Gerakan Bersih Masjid Jelang Ramadhan 1446 H
Muktamar IUMS tahun 2023 belum diputuskan akan berlangsung di mana, tapi Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah sebagaimana saat ini menjadi chairman dari kelompok 20 negara di dunia (G20) dan tuan rumah Forum Majelis Syura Sedunia, yakni negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.