Pada periode Lebaran sebelumnya, tol ini hanya dibuka dari GT Sadang hingga GT Bojongmangu sepanjang 31,25 kilometer. Tahun ini, pembukaan hingga GT Setu membuat pengendara tak lagi harus melintasi kawasan industri seperti sebelumnya.
"Kalau dulu kan harus melewati kawasan industri, sekarang (jalan tolnya) sudah sampai Setu. Ya walaupun fungsional Setu dan kemudian juga akan kita rencanakan untuk dilengkapi lampu dan sebagainya. Lampu permanen ya, supaya masyarakat yang melewati juga nggak merasa gelap," ujar Rivan.
Baca Juga:
Macet Jakarta Karena Proyek Infrastruktur, AHY Beri Saran Ini
Secara desain, Tol Japek II Selatan memiliki tujuh gerbang tol, mulai dari GT Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, hingga Sadang. Jalur ini dinilai strategis untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menurunkan biaya logistik, terutama bagi kawasan industri di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.
Jasa Marga menilai tol baru ini akan berperan besar mengurangi kepadatan di titik-titik rawan seperti KM 66 Tol Jakarta-Cikampek eksisting saat puncak arus mudik dan balik. Selain menjadi solusi jangka pendek saat Lebaran 2026, tol ini juga diharapkan menjadi fondasi penting bagi operasional penuh Japek II Selatan ke depan.
"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat hingga seterusnya, sekaligus untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Saat ini, beberapa seksi telah memasuki tahap konstruksi dan telah difungsikan secara terbatas pada Lebaran 2025. Kehadiran tol ini diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridornya," tulis BPJT.
Baca Juga:
Jasa Marga Minta Maaf, 7 Gerbang Tol Dibakar-Layanan Ditutup Sementara
[Redaktur: Alpredo Gultom]