Soroti Mekanisme AHWA
Selain dinamika bursa Ketua Umum PBNU, Forum Penyelamatan NU turut menyoroti wacana penggunaan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam proses penetapan Rais Aam.
Baca Juga:
Babak Baru di PBNU: Gus Yahya-Rais Aam Sepakat Segera Gelar Muktamar
Abdul Hamid meminta pengurus dan kader NU di berbagai tingkatan memahami mekanisme tersebut secara utuh sebelum menentukan sikap. Ia mengingatkan agar keputusan tidak lahir akibat tekanan maupun informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan sampai ada pihak yang mengarahkan dukungan terhadap suatu skema sebelum seluruh persoalan dan konsekuensinya dipahami bersama. Menurut kami, keterbukaan adalah jalan terbaik agar tidak terjadi dusta di antara sesama warga NU,” katanya.
Ia mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam proses Muktamar mengedepankan musyawarah dan tabayun. Menurutnya, kepentingan organisasi harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kandidat tertentu.
Baca Juga:
Soal Kepengurusan Mardiono-Agus, Kader PPP Ajukan Banding Administratif ke Presiden
Minta Klarifikasi Terbuka
Forum Penyelamatan NU juga meminta KH Miftahul Akhyar memberikan klarifikasi mengenai berbagai informasi yang beredar terkait dukungan politik menjelang Muktamar.
Abdul Hamid mengatakan permintaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu. Klarifikasi dinilai diperlukan untuk memastikan proses menuju Muktamar berlangsung terbuka dan tidak menimbulkan kecurigaan di antara para kandidat maupun warga Nahdliyin.