Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 akan
difokuskan untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan
ekonomi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai Ketua Bidang Sherpa Track,
Menko Perekonomian dibantu oleh Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar
Negeri dalam mengoordinasikan beberapa tugas pokok dalam pelaksanaan KTT G-20
mendatang.
Baca Juga:
Rupiah Sentuh Level Terendah Sejak 1998, Menko Airlangga Angkat Bicara
Tugas pokok tersebut, antara lain:
(1) Mengoordinasikan pelaksanaan tugas
Penanggung Jawab Bidang, dalam hal ini sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L)
yang menjadi focal point kelompok kerja G-20, antara lain Kementerian
ESDM, Kementerian PPN/ Bappenas, Kemenparekraf, Kemenkominfo,
Kemendikbud-Ristek, Kemenaker, Kementan, Kemendag, Kemeninves, Kemenperin,
Kemenkes, Kementerian LHK, dan KPK;
(2) Mengoordinasikan pelaksanaan tugas
Koordinator Harian, yang terdiri dari Co-Sherpa G-20 Indonesia, yaitu
Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan SDA,
Dr Raden Edi Prio Pambudi, dan Staf Khusus Menlu Bidang Penguatan
Program-Program Prioritas, Dr Dian Triansyah Djani;
Baca Juga:
Tepis Hoaks, Sri Mulyani dan Airlangga Pastikan Tak Mundur dari Kabinet
(3) Mengoordinasikan penyelenggaraan rangkaian
persiapan dan pelaksanaan Presidensi G-20 Indonesia;
(4) Menetapkan rencana induk penyelenggaraan
KTT G-20 Tahun 2022 dan seluruh pertemuan jalur Sherpa --baik tingkat Working
Groups maupun tingkat Menteri, dan Engagement Groups;
(5) Menetapkan rencana kerja dan anggaran
setiap bidang;