Tabrakan pertama pun terjadi ketika KRL menghantam taksi listrik tersebut hingga terseret sejauh kurang lebih 50 meter ke arah stasiun.
Setelah benturan awal, rangkaian KRL berhenti sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
Baca Juga:
Tragedi Bekasi Timur, BPKN Minta KAI Benahi Sistem dan Penuhi Hak Korban
Namun situasi belum sepenuhnya aman karena kendaraan masih melintang di jalur rel.
Dalam waktu berdekatan, KRL lain tujuan Cikarang tengah melakukan aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur.
Saat kereta mulai bergerak, masinis diduga melihat kondisi darurat di depan dan langsung melakukan pengereman mendadak.
Baca Juga:
Kecelakaan Kereta Bekasi: Hingga Kini Terkonfirmasi Korban 14 Meninggal 84 Luka
Sejumlah penumpang bahkan sempat keluar dari gerbong untuk melihat kondisi di sekitar lokasi kejadian.
Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi dan menghantam rangkaian KRL secara dahsyat.
Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir, khususnya gerbong khusus perempuan yang hancur hingga lokomotif menembus bagian dalam dan menjebak penumpang.