Pasca kejadian, perhatian publik beralih pada sikap perusahaan operator taksi listrik tersebut.
Green SM Indonesia diketahui menutup kolom komentar di akun media sosial resminya sehingga publik tidak dapat menyampaikan respons secara langsung.
Baca Juga:
Tragedi Bekasi Timur, BPKN Minta KAI Benahi Sistem dan Penuhi Hak Korban
Beberapa jam setelah kejadian, perusahaan akhirnya merilis pernyataan resmi.
Namun isi pernyataan tersebut justru memicu kontroversi karena tidak memuat permintaan maaf maupun ucapan belasungkawa kepada korban.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” demikian pernyataan resmi mereka.
Baca Juga:
Kecelakaan Kereta Bekasi: Hingga Kini Terkonfirmasi Korban 14 Meninggal 84 Luka
Perusahaan menyebut telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, perusahaan juga menegaskan komitmen terhadap keselamatan operasional.