Pasca kejadian, perhatian publik beralih pada sikap perusahaan operator taksi listrik tersebut.
Green SM Indonesia diketahui menutup kolom komentar di akun media sosial resminya sehingga publik tidak dapat menyampaikan respons secara langsung.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
Beberapa jam setelah kejadian, perusahaan akhirnya merilis pernyataan resmi.
Namun isi pernyataan tersebut justru memicu kontroversi karena tidak memuat permintaan maaf maupun ucapan belasungkawa kepada korban.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” demikian pernyataan resmi mereka.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan Kecelakaan Bekasi Timur, Taksi Green SM Ternyata Telat Servis 9.000 KM
Perusahaan menyebut telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, perusahaan juga menegaskan komitmen terhadap keselamatan operasional.