WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mengkritik lambannya pengungkapan penyebab kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi.
Kritik tersebut disampaikan sebagai respons atas insiden tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan Kecelakaan Bekasi Timur, Taksi Green SM Ternyata Telat Servis 9.000 KM
Kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa cukup besar. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.
Kerusakan paling parah terjadi pada gerbong belakang KRL yang menjadi titik benturan utama saat tabrakan berlangsung.
Peristiwa itu pun memicu perhatian publik terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.
Baca Juga:
Tragedi Kereta Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Sudah Periksa 31 Saksi
Menurut Mori, penyebab kecelakaan seharusnya sudah dapat diketahui karena kasus tersebut dinilai tidak terlalu rumit untuk diusut.
Ia mempertanyakan alasan pemerintah yang hingga kini masih menyebut proses penyelidikan terus berjalan tanpa adanya kesimpulan resmi yang disampaikan kepada publik.
“Saya yakin kalau saya tanya sama Kepala Basarnas sekarang sudah tahu (penyebab kecelakannya). Itu ada Kepala KNKTnya sudah tahu tuh apa sebabnya. Ini kalau alasan yang disampaikan adalah alasan karena masih dalam proses penyidikan, buat saya secara penyidikan, ini nggak masuk akal, Pak,” tegas Mori dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut menilai lambannya penyampaian hasil investigasi justru menimbulkan ketidakjelasan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, publik membutuhkan kepastian mengenai penyebab kecelakaan agar dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.
“Kecelakaan kereta di Bekasi itu nggak pelik. Sederhana itu, Pak. Kok bapak-bapak bisa mengatakan, belum bisa menyimpulkan apa sebabnya? Udah berapa lama itu, Pak? Jadi di sisi lain tiba-tiba alasan kesehatan. Ini mana yang tepat alasan ini, Pak,” ujarnya.
Selain menyoroti kecelakaan kereta di Bekasi, Mori juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah kecelakaan transportasi lain yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Salah satunya adalah kecelakaan bus ALS yang menewaskan 16 orang dan kembali menambah daftar panjang insiden transportasi yang memakan korban jiwa dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya terus terang kecewa. Ini yang punya, ini kan Menteri Perhubungan. Apalagi persoalannya kemudian, kalau nggak salah seminggu selain itu ada kecelakaan lagi tuh. Kereta lagi. Jadi kita belum bicara tabrakan bus ALS 16 orang meninggal,” kata dia.
Mori menegaskan pemerintah perlu segera memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi keselamatan transportasi di berbagai moda, baik kereta api maupun transportasi darat lainnya.
Ia juga meminta agar proses investigasi setiap kecelakaan dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian informasi, sekaligus menjadi langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]