WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Achmad menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam melakukan efisiensi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, langkah penataan tersebut menjadi bagian penting untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah, serta memperbesar kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga:
Komisi VI DPR Nilai IDSurvey Sangat Sehat, IPO Dinilai Layak Dipertimbangkan
Achmad menilai efisiensi diperlukan untuk menghadapi kondisi perekonomian dan keuangan negara yang membutuhkan pengelolaan sumber daya secara lebih cermat.
Karena itu, penataan BUMN dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan efektivitas operasional.
“Dari pidato yang disampaikan presiden, tentu kita mendukung sepenuhnya efisiensi. Efisiensi ini sangat kita perlukan mengingat kondisi negara kita dalam kondisi tidak baik-baik saja,” ujar Achmad dikutip dari situs resmi DPR RI, Senin (17/08/2026).
Baca Juga:
H. Asmauddin Mendapat Mandat Memimpin Komisi VI DPRA untuk Mengadakan Konsultasi Dengan Dirjen RI
Menurut politikus Fraksi Partai Demokrat tersebut, proses efisiensi dapat dilakukan melalui penataan sumber daya, perampingan struktur organisasi, restrukturisasi perusahaan, serta penguatan pengawasan.
Ia berharap kebijakan itu mampu menciptakan BUMN yang lebih sehat dan kompetitif sehingga keuntungan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan dilakukan efisiensi, perampingan operasi, seterusnya pengawasan yang ketat, sehingga sekarang rata-rata BUMN kita untung semuanya. Sehingga ini juga salah satu untuk menyejahterakan masyarakat kita,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.