Selain menyoroti aspek birokrasi pertanahan, Panja Kawasan Industri Komisi VII DPR RI juga memberikan perhatian terhadap pentingnya penyelarasan antara potensi unggulan daerah, program hilirisasi, kebutuhan industri, dan arah pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Chusnunia, pembangunan kawasan industri tidak cukup hanya menghadirkan investasi, tetapi juga harus memastikan adanya keterkaitan antara sektor ekonomi lokal, dunia pendidikan, dan jenis industri yang berkembang di suatu wilayah.
Baca Juga:
DPR Wacanakan Panja Khusus untuk Benahi Keselamatan Transportasi Nasional
Ia menilai, ketidaksesuaian antara potensi daerah dengan sektor industri yang beroperasi dapat menghambat terciptanya rantai pasok nasional yang kuat.
Oleh karena itu, pemerintah perlu menata perencanaan pembangunan industri secara lebih terpadu agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
"Biar matching antara produknya lokal apa yang mau dihilirisasi, masyarakatnya dididik untuk apa? Kan enggak matching kalau dia misalkan basic nya perikanan, industrinya otomotif, pendidikannya apa? Pariwisata, lebih enggak matching lagi kan itu. Makanya kita harus menatanya agar ekosistem terbangun dengan baik," ujar Politisi PKB tersebut.
Baca Juga:
DPR Kritik Harga Tiket Domestik, Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri
Melalui kunjungan lapangan tersebut, Komisi VII DPR RI berharap berbagai aspirasi dari pelaku usaha, pengelola kawasan industri, serta masyarakat dapat menjadi masukan yang komprehensif dalam penyusunan RUU Kawasan Industri.
Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi investor, memperjelas pembagian kewenangan antarinstansi, menyederhanakan proses birokrasi, serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Dengan adanya regulasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, kawasan industri diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, mendorong peningkatan investasi, memperkuat hilirisasi industri nasional, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat regional maupun global.