Dialog tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai masukan konstruktif yang dapat dijadikan dasar penyempurnaan regulasi dan program pengembangan industri film nasional.
Chusnunia menjelaskan bahwa terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan secara sistematis. Langkah pertama adalah mengidentifikasi berbagai kendala regulasi maupun hambatan implementasi yang masih ditemui di lapangan.
Baca Juga:
Talenta Animator Indonesia Mendunia, DPR Minta Dukungan Pembiayaan Diperkuat
Selanjutnya, seluruh aspirasi dan kebutuhan para pelaku industri film perlu dihimpun secara komprehensif agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi industri.
"Kami berharap dialog ini menjadi ruang konstruktif untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang strategis dan aplikatif," pungkasnya.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, DPR, komunitas perfilman, dan penyelenggara festival seperti JAFF, diharapkan industri film Indonesia semakin berkembang, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional.
Baca Juga:
Novita Hardini Soroti Rumitnya Alih Fungsi Lahan yang Hambat Investasi Pariwisata Daerah
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.