Kepastian tersebut dinilai dapat mendorong profesionalisme pustakawan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti kebutuhan terhadap pustakawan dengan kompetensi khusus.
Baca Juga:
Komisi X DPR Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Soroti Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah
Salah satunya adalah tenaga yang memiliki kemampuan membaca, memahami, merawat, dan mengelola naskah-naskah kuno yang merupakan bagian penting dari warisan pengetahuan dan kebudayaan Indonesia.
“Yang pasti, kita sangat butuh petugas-petugas yang mempunyai kemampuan untuk membaca naskah-naskah kuno. Dan yang pasti, pustakawan di sekolah boleh dikatakan tidak ada. Ini yang menjadi masalah,” katanya.
Selain penguatan SDM, Esti menekankan pentingnya peningkatan dukungan anggaran bagi perpustakaan.
Baca Juga:
Komisi X DPR Minta Kebijakan Regrouping SD Dikecualikan di Daerah 3T, Jangan Sekadar Demi Efisiensi
Ia menyebut adanya penurunan anggaran dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusi.
Menurutnya, keterbatasan pembiayaan dapat berdampak terhadap ketersediaan fasilitas, koleksi buku, maupun akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Padahal, pembangunan budaya membaca merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas SDM.