Ia melanjutkan, "Tapi karena
sudah terlanjur janji dengan China, akhirnya saya datangi setiap perusahaan
batu bara besar di Indonesia. Lalu ketemulah PT Kideco Jaya Agung. Saya diskusi
dengan direktur pemasarannya, beliau malah tanya, kenapa saya tidak ikutan saja
dalam proses divestasi. Kemudian, kami ikut dalam proses bidding-nya, Alhamdulillah menang dan dapat dukungan pembiayaan
dari perbankan Korea."
Dari situlah Indika
melebarkan sayapnya di sektor pertambangan.
Baca Juga:
Munas Kadin, Anindya Bakrie Terpilih jadi Ketum Gantikan Arsjad Rasjid
Sebagai permulaan, di tahun
2003-2005, pihaknya merekrut para profesional untuk menjalankan bisnis
tersebut.
Namun, pada 2005, Arsjad
terjun langsung mengelola Indika Energy sebagai Chief Operating Officer (CEO).
Pada 2005, hanya ada sekitar
40 orang yang bekerja di perusahaan.
Baca Juga:
Perseteruan Kadin Memanas Lagi, Pengurus Munaslub Disebut Langgar Aturan
Selang lima tahun kemudian,
Indika Energy sukses memiliki lebih dari 10.000 karyawan.
Sejak kepimimpinan Arsjad,
aset Indika Energy kian meningkat pesat.
Tercatat, hanya dalam waktu
enam tahun, ia berhasil menumbuhkan aset perusahaan hingga tujuh kali lipat.