WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi VIII DPR RI terus mendorong penguatan integrasi antara program sosial dan pendidikan dengan menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Upaya ini dinilai strategis dalam memperluas peran pesantren di tengah masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mencakup sektor sosial dan ekonomi.
Baca Juga:
Ahmad Muzani Kunjungi Yogyakarta, Bawa Salam Prabowo untuk Tokoh dan Ulama
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi pesantren yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Maman menilai bahwa pesantren memiliki kekuatan besar sebagai basis pengembangan masyarakat.
Baca Juga:
Marwan Dasopang Reses di Desa Silenjeng Kecamatan Sihapas Barumun Kabupaten Palas
Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga berpotensi menjadi pusat layanan sosial, penggerak ekonomi berbasis syariah, hingga wadah peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah.
“Pesantren harus kita dorong menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi dan layanan sosial,” ujar Maman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integrasi program lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan fungsi pesantren tersebut.