Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat layanan penanganan kesehatan jiwa anak melalui sistem rujukan yang lebih terintegrasi, sehingga anak yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat.
Koordinasi lintas sektor juga diarahkan pada penguatan tata kelola program, integrasi sistem data antar kementerian dan lembaga, serta peningkatan sistem keamanan informasi.
Baca Juga:
Menko PMK Tegaskan Pemulihan Bencana Sumatra Berjalan Tanpa Libur hingga Akhir Tahun
Hal ini dilakukan agar setiap kebijakan yang dirumuskan dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.
"Kita harus memastikan kebijakan yang disusun bersifat komprehensif dan dapat dijalankan secara terintegrasi melalui program bersama kementerian dan lembaga terkait," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menko PMK juga menyaksikan secara langsung penandatanganan SKB oleh para pimpinan kementerian dan lembaga sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi serta sinergi lintas sektor untuk menangani permasalahan kesehatan jiwa anak di Indonesia.
Baca Juga:
Menko PMK Resmikan Babak Baru Pesantren: Struktur Ditjen dan Program Prioritas Disiapkan
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Wihaji, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Wahyu Widada.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.