“Pariwisata Indonesia sebenarnya sedang berada pada momentum yang sangat baik. Pada tahun 2025 kami mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan capaian devisa sebesar 18,27 miliar dolar AS. Meski pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika hanya menyumbang 21,7 persen dari total kunjungan, kontribusi devisanya mencapai 34,7 persen karena mereka merupakan wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang tinggi,” kata Menteri Pariwisata.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi dampak tersebut, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyiapkan lima strategi mitigasi utama.
Baca Juga:
Sandiaga Uno Singgung KUHP Baru Bisa Berdampak ke Pariwisata Indonesia
Strategi pertama adalah diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi ke pasar jarak pendek dan menengah.
Pasar yang menjadi fokus antara lain kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India yang memiliki konektivitas penerbangan relatif stabil.
Dalam waktu dekat, promosi pariwisata Indonesia akan semakin digencarkan dengan menampilkan citra Indonesia sebagai destinasi yang aman, menarik, dan stabil.
Baca Juga:
Rokhmin: Indonesia Kalah dengan Singapura Disektor Pariwisata
Strategi kedua adalah optimalisasi penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan minat wisatawan Eropa, khususnya menjelang musim liburan musim semi dan musim panas.
Strategi ketiga adalah penguatan promosi digital berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran.