Capaian tersebut didorong oleh kunjungan 15,39 juta wisatawan mancanegara yang tumbuh 10,7 persen secara tahunan serta mampu menyerap 25,91 juta tenaga kerja.
Namun di balik capaian tersebut, Airlangga menegaskan bahwa sektor pariwisata saat ini tengah menghadapi ujian akibat situasi geopolitik global.
Baca Juga:
Sandiaga Uno Singgung KUHP Baru Bisa Berdampak ke Pariwisata Indonesia
Gangguan konektivitas internasional berpotensi menyebabkan penurunan jumlah wisatawan hingga 5.500 orang per hari dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari jika tidak segera diantisipasi.
"Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk mitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata dengan destinasi yang kompetitif, tangguh dan berdaya saing di kancah internasional," ujar Airlangga.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan pasar domestik melalui konsep micro tourism serta pengembangan destinasi bagi digital nomad perlu terus didorong.
Baca Juga:
Rokhmin: Indonesia Kalah dengan Singapura Disektor Pariwisata
Selain itu, strategi pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau juga dinilai penting.
"Dan tentunya kolaborasi dan sinergi diperlukan untuk menentukan ketahanan ekosistem pariwisata," ujar Airlangga.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.