Beberapa opsi yang tengah didorong meliputi penambahan kapasitas kursi penerbangan, peningkatan keterjangkauan harga tiket, hingga kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar potensial.
“Langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang membutuhkan strategi yang responsif dan adaptif,” kata Menteri Pariwisata.
Baca Juga:
Sandiaga Uno Singgung KUHP Baru Bisa Berdampak ke Pariwisata Indonesia
Di tengah tantangan tersebut, terdapat pula perkembangan positif dari pasar Asia Timur.
Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern Airlines dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan serta membuka rute baru menuju Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.
Menteri Pariwisata optimistis bahwa dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tumbuh berkelanjutan.
Baca Juga:
Rokhmin: Indonesia Kalah dengan Singapura Disektor Pariwisata
“Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, saya yakin sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan semakin berdaya saing di tingkat global,” ucap Menteri Pariwisata.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia mencatat kinerja yang impresif sepanjang tahun 2025.
Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp945,7 triliun atau sekitar 3,97 persen.