WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa anak-anak dari kelompok rentan menjadi pihak yang paling mudah terdampak oleh pengelolaan ruang digital yang tidak tepat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang tidak diimbangi dengan pengawasan yang memadai dapat menimbulkan berbagai risiko serius bagi tumbuh kembang anak.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Ia menjelaskan bahwa platform digital yang tidak diawasi secara ketat berpotensi menjadi pintu masuk berbagai ancaman.
Ancaman tersebut mencakup eksploitasi ekonomi, paparan perilaku menyimpang, hingga pengaruh gaya hidup negatif yang dapat membentuk karakter anak secara tidak sehat.
Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius serta intervensi nyata dari negara dan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga:
Program SUGT 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas
“Negara harus hadir untuk memutus mata rantai risiko sosial yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak,” ujar Mensos melalui keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).
Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, Saifullah Yusuf menekankan pentingnya penguatan peran masyarakat melalui berbagai institusi sosial yang telah ada.
Ia menilai bahwa peran komunitas menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak.