WAHANANEWS.CO - Perburuan jaringan narkoba internasional yang dikendalikan Andre Fernando alias The Doctor terus meluas, sementara polisi mengungkap modus licik penyamaran transaksi dengan label ‘amal’ hingga ‘DP mobil’ untuk mengelabui aparat.
Andre Fernando diketahui memiliki jaringan luas hingga ke Malaysia dan terhubung dengan bandar narkoba Koh Erwin di Nusa Tenggara Barat, menjadikannya salah satu pemain penting dalam distribusi sabu lintas wilayah.
Baca Juga:
Warga Bitung Geger, Suara Misterius dari Dalam Tanah Diselidiki BMKG
Penangkapan Andre dilakukan oleh tim gabungan bersama Hubinter Polri dan kepolisian Malaysia di Penang pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat, di mana ia merupakan buronan kasus narkoba jaringan Ko Erwin.
Saat diamankan, Andre bersama seorang perempuan asal Kazakhstan dan tidak membawa paspor, sehingga proses pemulangannya dilakukan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang diterbitkan KJRI Penang.
Sebelum tertangkap, Andre sempat mencoba melarikan diri dengan membuang ponselnya di jalan tol saat perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Selangor guna menghilangkan jejak.
Baca Juga:
Kolombia Siap Suntik Mati 80 Kuda Nil, Ini Alasannya
Dalam jaringan ini, Andre berperan sebagai pemasok sabu yang dibeli oleh Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB, dengan dua transaksi pada Januari 2026 masing-masing senilai Rp 400 juta untuk 2 kg dan Rp 400 juta untuk 3 kg sabu.
Selain itu, Andre juga memiliki jaringan di Riau dengan modus memasukkan cartridge vape mengandung etomidate bermerek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia via Dumai.
Pengembangan kasus ini membawa Bareskrim Polri membongkar jaringan keuangan dengan menangkap empat penyedia rekening proxy pada pertengahan April 2026, yakni dua wanita berinisial DEH (47) asal Tasikmalaya dan L (45) asal Bekasi, serta dua pria asal Aceh Timur, TZR dan M alias Bang Ja.