“Banyak yang menjadi korban, jadi ini sangat penting,” imbuhnya.
Sebagai respons, pemerintah memastikan akan memperketat pengawasan terhadap otoritas pasar modal guna menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia di mata dunia.
Baca Juga:
TNI Perkuat Penegakan Hukum, Tak Ada Toleransi bagi Prajurit Pelanggar
“Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia,” ucap Hashim.
Menurutnya, bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah prinsip utama yang tidak bisa ditawar.
“Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting, jadi beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat,” lanjut Hashim.
Baca Juga:
Jangan Delegitimasi TNI, Akademisi Soroti Narasi Kasus Air Keras
Langkah pemerintah tersebut mendapat sambutan positif dari Bursa Efek Indonesia yang menilai penguatan pengawasan sebagai dukungan nyata terhadap reformasi pasar modal.
“Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah,” kata Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Jeffrey menyebut pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada jajaran baru BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan pembenahan.